Kategori
Uncategorized

Kabupaten Sorong mendapatkan 2 Penghargaan Saat Apel Bersama

Kabupaten Sorong mendapatkan 2 Penghargaan Saat Apel Bersama

Baik tugas Pemerintahan dan Pembinaan Kemasyarakatan membuktikan kepada Pemerintah Negara bahwa Kabupaten Sorong beserta Pegawai ASN-nya adalah orang-orang yang hebat.17/10/2022
 
Karena secara 5 X secara berturut-turut, 5 Tahun kita Pemda kab Sorong mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian tahun 2017-2021.
 
Tentunya keberhasilan yang kita dapat, itu semua Karena bapak ibu telah menunjukkan bakti kerja dan kinerja dengan baik, sehingga hasil penilaian dari Perwakilan BPK Papua Barat, kita berada didalam penilaian yang sangat luar biasa, dan itu suatu yang membanggakan untuk kita semua.
 
Tidak ada Pemimpin yang sukses tanpa bawahannya. Keberhasilan yang kita raih hari ini adalah prestasi kita semua. Dan tentunya hasil yang kita capai ini terus memberikan motivasi semangat bagi kita semua untuk terus mempertahankan yang lebih baik lagi.
 
Selain mendapatkan penghargaan WTP 5 X berturut-turut, Pemerintah Daerah juga mendapat penghargaan dari Gubernur Papua Barat yang diberikan kepada Dinas PTSP (Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kab Sorong atas keikutsertaannya dalam kompetisi inovasi pelayanan publik Provinsi Papua Barat kategori Pemerintah Daerah Tahun 2022 dengan inovasi ” Digitalisasi Arsip dan Dokumen Perizinan).
 
Terima kasih kepada Kepala Dinas PTSP, karena dari hasil penilaian pelayan publik dan inovasi, kab Sorong melalui Dinas PTSP mendapatkan Juara III.
 
Terima kasih juga kepada Staf Ahli Bupati, Asisten Bupati dan Pimpinan OPD dan Pejabat Eselon 3 dan Staff yang telah bekerja dengan baik yang telah menunjukkan prestasi yang baik. Dan ini sesuatu yang luar biasa.
 
Selamat pagi selamat berkarya selamat melayani dengan hati yang tulus, jaga kekompakan, jaga kerjasama, maju bersama untuk negara, mengabdi untuk rakyat dan terlebih khusus untuk tanah Malamoi.(BY)
Kategori
Uncategorized

DPMPTSP Kabupaten Sorong Adopsi Perizinan Kota Jayapura

DPMPTSP Kabupaten Sorong Adopsi Perizinan Kota Jayapura

JAYAPURA (PT) – Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM menyambut baik kedatangan kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sorong bersama rombongan untuk studi banding di Kota Jayapura.

Wali Kota Benhur Tomi Mano berharap ke depannya Kabupaten Sorong bukan saja melakukan studi tiru Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jayapura, melainkan dapat mengadopsi sistem yang diterapkan Dispendukcapil kota Jayapura.

Sebab, kata Wali Kota yang akrab disapa BTM itu, sistem Dispendukcapil yakni mencakup ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri), KTP-el, e-Waniambey (penduduk temporer), pengurusan akta lahir dan administrasi kependudukan lainnya.

Wali Kota BTM juga menawarkan tim WTP atas capaian Pemeritah Kota Jayapura meraih 5 kali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemkab Sorong atas Laporan Hasil Keuangan dari BPK Perwakilan Papua.

“Kabupaten Sorong harus menjadikan berkat bagi kabupaten lain dan mengalami peningkatan seperti daerah di luar Pulau Papua,“ katanya.

Selain itu, inovasi yang dipresentasikan perlu adanya pendataan Orang Asli Papua (OAP) yang pertama diterapkan di Kota Jayapura. Urutan pertama pada buku data OAP adalah Serui dan Biak serta Port Numbay.

BTM mencontohkan program pendataan warga asli Port Numbay berdasarkan marga dari berbagai usia, sehingga ia berharap Kabupaten Sorong semakin maju lebih khusus dalam pendataan kependudukannya.

“Studi tiru yakni datang, amati, tiru dan modifikasi. Saya yakin Sorong memiliki jaringan internet dan daya listrik yang memadai dalam mengembangkan pelayanan perizinan dan inovasi lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPMPTSP Kabupaten Sorong, Dr. Salmon Samori mengakui bahwa BPMPTS Kabupaten Sorong baru terbentuk sejak 2016 lalu, sehingga pihaknya datang ke Kota Jayapura untuk melakukan studi tiru selama 5 hari terkait investasi dan proses perizinan satu pintu.

“Oleh sebab itu, salah satunya Kota Jayapura ini sudah menjadi rekomendasi dari Komisi pemberantasan korupsi (KPK ) untuk kami kabupaten di Papua dan Papua Barat belajar di Kota Jayapura,” imbuhnya. (ket/rm)